BREAKING

Monday, 21 March 2016

MUSLIM MENGKAFIRKAN ADALAHMUSLIM TIDAK MENGERTI ISLAM

MUSLIM MENGKAFIRKAN ADALAH
MUSLIM TIDAK MENGERTI ISLAM

Sebelum Islam dibawa nabi Muhammad ke jazirah Arab, kata "KAFIR" sudah digunakan, dan sama sekali BUKAN urusan keyakinan atau iman, "seperti hujan yang tanam-tanaman nya mengagumkan para Kuffar (petani)" (Al-Quran, Al-Hadid 20).

Kāfir (bahasa Arab: كافر kāfir; plural كفّار kuffār) ARTINYA orang yang mengubur, PETANI yang menyembunyikan benih tanaman di dalam tanah.

Baru setelah Nabi membawa Islam, "Kafir" punya arti tambahan: orang yang INGKAR, menolak, merujuk kepada orang yang mengingkari nikmat Allah, lawannya: "Syakir", orang yang bersyukur.

ada juga....
KAFIR TAUHID: menolak Tuhan itu satu
KAFIR NIKMAT: tidak bersyukur atas nikmat

Kembali ke makna Kafir "sengaja INGKAR", yakni mengingkari sesuatu padahal ia tau bahwa itu adalah kebenaran.

PERTANYAAN: saat bayi lahir ke dunia dari kedua orang tuanya yang non muslim, lalu dari kecil diajarkan agama non islam, lalu tumbuh dewasa MEYAKINI agama yang diajarkan orang tuanya sebagai KEBENARAN..

bagaimana ia bisa disebut mengingkari?
sedangkan ia tidak tau apa itu islam....

TIDAK TAHU = TIDAK MENGINGKARI

إِذ قالَ اللَّهُ يا عيسىٰ إِنّي مُتَوَفّيكَ وَرافِعُكَ إِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذينَ كَفَروا وَجاعِلُ الَّذينَ اتَّبَعوكَ فَوقَ الَّذينَ كَفَروا إِلىٰ يَومِ القِيامَةِ ۖ ثُمَّ إِلَيَّ مَرجِعُكُم فَأَحكُمُ بَينَكُم فيما كُنتُم فيهِ تَختَلِفونَ

Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan PENGIKUTMU UNGGUL DIATAS ORANG KAFIR HINGGA HARI KIAMAT. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya". (Al-Quran, Ali Imran 55)

UMAT NASRANI / KRISTIANI UNGGUL
DIATAS ORANG KAFIR <= firman Allah

وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا

“Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka." (Al-Quran, Surat An-Nisa' : 159)

ISA JADI SAKSI BAGI UMATNYA-
DI HARI KIAMAT <= firman Allah

إِنَّ الَّذينَ آمَنوا وَالَّذينَ هادوا وَالنَّصارىٰ وَالصّابِئينَ مَن آمَنَ بِاللَّهِ وَاليَومِ الآخِرِ وَعَمِلَ صالِحًا فَلَهُم أَجرُهُم عِندَ رَبِّهِم وَلا خَوفٌ عَلَيهِم وَلا هُم يَحزَنونَ

Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang YAHUDI, orang-orang NASRANI dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, TIDAK ADA KEKHAWATIRAN TERHADAP MEREKA terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (Al-Quran, Surat Al Baqarah :62)

YAHUDI & NASRANI SOLEH, TAK PERLU -
KHAWATIR DI AKHIRAT <= firman Allah

۞ وَلا تُجادِلوا أَهلَ الكِتابِ إِلّا بِالَّتي هِيَ أَحسَنُ إِلَّا الَّذينَ ظَلَموا مِنهُم ۖ وَقولوا آمَنّا بِالَّذي أُنزِلَ إِلَينا وَأُنزِلَ إِلَيكُم وَإِلٰهُنا وَإِلٰهُكُم واحِدٌ وَنَحنُ لَهُ مُسلِمونَ

‘Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka, dan katakanlah: "Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; TUHAN KAMI & TUHANMU ADALAH SATU......dst" (Al-Quran, Surat Al-'Ankabut : 46)

TUHAN YAHUDI, KRISTIANI, ISLAM
ADALAH SAMA <= firman Allah

Banyak firman Allah dalam Al-Quran menyebut "Kafir" merujuk ke ARAB QURAISH yang mengingkari dakwah Nabi Muhammad. BUKAN ditujukan kepada para Ahli Kitab Yahudi & Nasrani (Kristiani).

Allah berfirman, لَكُم دينُكُم وَلِيَ دينِ , "Untukmu Agamamu dan Untukku Agamaku" (Al-Quran, surat Al-Kafirun, ayat 6). Berdasarkan ASBABUN NUZUL, ayat ini ditujukan Allah untuk ARAB QURAISH karena mengajak Nabi menyembah Berhala mereka.

"Kafir" dalam surat Al-Kafirun ditujukan untuk ARAB QURAISH, BUKAN ditujukan untuk ahli Kitab Yahudi maupun Nasrani (Kristiani). Begitu juga dengan banyak ayat-ayat lainnnya dalam Al-Quran.. karena Allah mengakui agama Yahudi & Nasrani (Kristiani) sebagai ahli kitab seperti dijelaskan pada ayat-ayat di atas.

KAFIR MENURUT WAHABI

Kafir "Dzimmy" tidak boleh diperangi asal bayar "jizyah" (upeti), atau Kafir "Harby" halal darahnya boleh dibunuh, ini adalah AKIDAH SAWAH (Salafi Wahabi) ditetapkan oleh Ulama Wahabi Ibnu Utsaimin, BUKAN akidah Islam Sunni (aswaja).

Wahabi juga menggunakan Fatwa "TAKFIR" dari Kitab "Majmu Al-Fatawa" Ibn Taymiyyah yang menghalalkan darah siapa saja yang dianggap "kafir", makanya aliran SAWAH (Salafi Wahabi) bisa melahirkan Osama Bin Laden, Al-Qaeda, Amrozi, ISIS & Boko Haram.

Padahal fatwa "Takfir" Ibn Taymiyyah ini ditelurkan pada MASA PERANG, BUKAN untuk digunakan pada masa damai, ini sebagai satu gambaran penerapan dalil asal-asalan & serampangan ala Wahabi.

MENGKAFIRKAN ADALAH HAK ALLAH

Ketika Allah berfirman dalam Al-Quran, "wahai Muhammad, katakanlah kepada mereka, hey Kafir!",  ini adalah KALAM ALLAH. Firman Allah kepada manusia, BUKAN untuk digunakan oleh manusia kepada sesama manusia.

MENGAPA?

Karena Allah "Mukholafatu lil Hawaditsi"
~ Allah tidak menyerupai ciptaan-Nya

"Tidak sesuatu pun yang serupa Dia."
(Al-Quran, Asy-Syuro 11)

"Walam yakullahu Kufuwan Ahad!"
~ Tiada siapapun setara dengan-Nya
(Al-Quran, Al-Ikhlas 4)

MAKA..

Maka karena Allah Al Hasiib ( الحسيب )
Pembuat Perhitungan, Maha Menilai

Maka karena Allah Al Qaadir (القادر)
Menentukan siapa dapat hidayah-Nya

ARTINYA...

Artinya bila manusia menilai keimanan manusia lain, dia sudah menganggap dirinya SETARA DENGAN ALLAH. Bila dia bisa menilai manusia lain sesat & perlu hidayah Allah, dia sudah MAHA MENGETAHUI SEPERTI ALLAH. Bila dia mengkafirkan manusia lain, dia sudah MENJADI ALLAH, Nauzubillah

KEBENARAN HANYA MILIK ALLAH

Manusia yang mengkafirkan manusia lainnya disebabkan oleh gagal paham akan BATASAN manusia. Tidak mengerti kodrat manusia tidak bisa setara dengan Allah sang Pencipta.

Mengkafirkan adalah tindakan MENYAINGI TUHAN, sebuah kesombongan manusia yang ingin menandingi & menyetarakan diri dengan Allah SWT.

Mengkafirkan juga MENGKERDILKAN & memarjinalkan Kemaha-an Allah SWT dengan mengambil alih sifat Allah & membajak hak Allah

Mengkafirkan lebih biadab dari terorisme
Mengkafirkan lebih kejam dari penjajah Belanda

MENGKAFIRKAN = TIDAK PAHAM ISLAM
Ustad Abu Janda al-Boliwudi *

* tertuduh cina kapir, kresten syiah, nazi komunis, salibis liberal, misionaris dogy style, antek aseng asing asu dahlah, KECUALI antek mizonis wahyudi, karena ngisrael sudah dapat hidayah mesra dengan jungjunan Saudi & Esdogan

#IslamTanpaMengkafirkan
#ITM

Post a Comment

Post a Comment

 
Copyright © 2016 Tai.web.id
Design by FBTemplates | BTT