"Negara ini kan dibangun oleh parpol, bukan relawan," ujar Prasetio di kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Senin (7/3/2016).
Sekretaris DPD PDI-P DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi
mengatakan, partainya tidak merasa telah dikalahkan oleh Teman Ahok
dalam menggaet Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.
Menurut dia, kekuatan partai politik yang sesungguhnya
tidak bisa dikalahkan oleh relawan. Sebab, partai memiliki kekuatan
basis rakyat yang lebih kuat.
Hmmm.. Mungkin saya yang tidak belajar dengan tekun waktu
pelajaran sejarah disekolah dulu, atau mungkin sejarah yang saya
pelajari memang ngawur. Dalam tulisan ini saya ingin menyampaikan
tanggapan saya tentang pendapat sekretaris DPD PDI-P DKI Jakarta diatas.
Dengan tidak mengurangi hormat saya kepada partai politik yang maha
agung, sekali lagi saya katakan tulisan ini hanya pendapat sepihak dari
saya sebagai masyarakat yang tidak pandai dalam sejarah. Bukan untuk
merubah fikiran anda para pembaca yang budiman, untuk mengikuti saya.
Tenang, saya bukan Tuhan, atau pun mengaku-ngaku sebagai Tuhan. Dosa ah!
Setau saya, dulu waktu saya masih duduk di bangku SMP, atau
SMA, saya lupa persis nya kapan karena bisa saja saya dulu tidak
sekolah (loh?). Negara ini di bentuk oleh dasar keinginan rakyat
Indonesia untuk memperoleh kemerdekaan sejati, terbebas dari segala
macam penjajahan dan perbudakan yang dilakukan oleh negara lain, walau
sekarang ini kita malah dijajah oleh negara sendiri. Berawal dari
keinginan tersebut lah rakyat - rakyat Indonesia pra-proklamasi dengan
suka rela, gagah berani, berani mati, berjuang tanpa upah dan
penghargaan untuk memperoleh kemerdekaan Indonesia. Dan pada zaman itu,
kalau tidak salah, seingat saya pada awal mula penyatuan negara
Indonesia yang terdiri dari banyak pulau ini, yang paling banyak
berperan adalah para pemuda. Para pemuda ini pun tergabung dalam
beberapa perkumpulan pemuda. Seperti Jong Java, Jong Sumatra, Jong
Celebes, dll.
Merujuk kepada wikipedia, pengertian partai politik adalah
organisasi politik yang menjalani ideologi tertentu atau dibentuk dengan
tujuan khusus. Definisi lainnya adalah kelompok yang terorganisir yang
anggota-anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai, dan cita-cita yang
sama. Tujuan kelompok ini ialah untuk memperoleh kekuasaan politik dan
merebut kedudukan politik - (biasanya) dengan cara konstitusionil -
untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan mereka.
Nah, dari pengertian itu diatas kita bisa menilai bahwa ada
perbedaan besar antara relawan dan partai politik. Partai politik itu
selalu berupaya, dengan segala cara, untuk merebut kekuasaan politik
yang otomatis juga merebut kekuasaan tertinggi di negeri ini. Dan
setelah mereka berhasil menguasai politik, mereka akan menjalankan
nilai-nilai dan cita-cita anggota nya, tidak menjalankan cita-cita dan
nilai banyak orang yang di musyawarahkan bersama hingga mencapai
kesepakatan final. Namun ingat, cita-cita partai politik sudah pasti
berlatar belakang kepentingan internal, terutama kepentingan "kantong".
Sudah menjadi hal yang biasa di negeri ini bila sebuah partai politik
menaungi banyak koruptor, dan bahkan kadang membelanya. Dalam hal ini,
partai politik mengharapkan upah.
Sedangkan relawan adalah Orang-orang atau warga masyarakat
setempat yang bersedia mengabdi secara ikhlas dan tanpa pamrih, tidak
digaji atau diberikan imbalan, rendah hati, berkorban, dan memiliki
kepedulian serta komitmen yang sangat kuat bagi upaya memperbaiki
kesejahteraan masyarakat yang ada di sekitarnya maupun bagi upaya
kemajuan masyarakat dan kondisi lingkungan wilayahnya.
Nah, sudah mengerti kan? Apa perbedaan kedua nya. Pada awal pembentukan negara ini kita tidak mengenal yang nama nya partai politik. Yang kita tau adalah tentara rakyat, orang-orang terpelajar yang berjuang lewat jalur diplomatik tanpa upah, dan pahlawan-pahlawan lain nya yang berjuang dengan cara mereka masing-masing, dan juga tidak di upah atau di beri penghargaan. Bahkan saya tidak setuju kalau partai politik ingin di sejajarkan dengan relawan. Sama seperti bumi dan langit. Kalau ada yang berkata bahwa yang membentuk negara ini adalah partai politik, maka dengan bangga saya berkata : " belajar sejarah dulu sana"

Post a Comment
Post a Comment