BREAKING

Saturday, 23 April 2016

Rahasia RS Swasta yang Unggul dalam Program JKN-KIS


BEKASI – Terdapat cara berfikir yang menarik dari Dr. H. Slamet Effendy, M.Kes, selaku Direktur dari Rumah Sakit Anna Media Bekasi ini.

“3 point penting untuk sebuah value, syukuri apa yang telah dilakukan, kebaikan yang dilakukan akan kembali pada kita, dan memudahkan urusan siapapun itu,”.

Hal tersebut yang beliau terapkan juga dalam mengimplementasikan program Jaminan Kesehatan Nasional yang telah menjadi amanat undang-undang untuk dilakukan oleh semua stakeholder termasuk pihak rumah sakit juga dokter.

“Jika kita memudahkan segala urusan para peserta yang berobat, maka kita akan selalu dimudahkan dalam setiap urusan yang kita hadapi, begitu juga dengan kebaikan, apabila kita baik dalam memberikan pelayanan, memaksimalkan pelayanan bagi para peserta, maka senantiasa kebaikan tersebut akan kembali pada kita,” lanjutnya.

Seperti yang dipaparkan sebelumnya, Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat atau yang biasa dikenal dengan JKN-KIS merupakan amanat dari undang-undang yang harus diterapkan oleh setiap stakeholder yang ada. BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara, bukanlah sebagai satu-satunya penanggung jawab dari program Jaminan Kesehatan Nasional

“Kita sebagai rumah sakit, juga sebagai tenaga medis, ikut terlibat dalam program JKN-KIS ini,” ungkapnya.

“Setelah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, kami mengalami peningkatan pasien yang sangat signifikan, sekitar 300% peningkatan tersebut. Walaupun kami termasuk dalam Rumah Sakit Swasta yang terhitung baru, namun kami selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik dalam hal pelayanan kepada pasien, tanpa membeda bedakan, apakah itu dari peserta JKN-KIS atau bukan, peserta kelas 1, 2 , ataupun 3 kami perlakukan dengan pelayanan yang sama,” ujar lulusan sarjana Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya tersebut.

Rumah sakit Anna Medika dengan tipe C ini terhitung baru, karena baru beroperasional tahun 2011. Pada era Jamsostek dan Askes, kalim per-bulan hanya 300 juta, namun setelah adanya BPJS Kesehatan klaim dari Rumah Sakit Anna Medika ini bisa mencapai 5–6 Miliar dalam 1 bulan.

Hal tersebut dikarenakan meningkatnya peserta JKN-KIS yang dilayani oleh Rumah Sakit Anna Medika. Terhitung tahun 2013 Pelayanan UGD dalam 1 bulan hanya 400-500 pasien, pada tahun 2015 Pelayanan UGD bisa mencapai 2.500 pasien dalam 1 bulan.

“Ya, begitu juga dengan Rawat jalan, biasanya dalam 1 bulan hanya mencapai 3.800 pasien, namun pada tahun 2015 pasien rawat jalan bisa mencapai 12.000 orang, namun tetap peningkatan ini kami sesuaikan juga dengan upaya kami dalam peningkatan sumber daya manusia dan pelayanan di rumah sakit ini. Dulu perawat disini hanya 200 orang dan saat ini perawat sudah mencapai 400 orang,” jelasnya.

Ayah dari 2 orang anak itupun memaparkan bahwa 70% keuangan yang ada di Rumah sakit Anna Medika berasal dari hasil pelayanan kepada peserta JKN-KIS.

“Apabila manajemen keuangan rumah sakit dapat dikelola dengan baik, maka hal tersebut akan berdampak baik pula pada rumah sakit. Yang terpenting dalam penjalanan program Jaminan Kesehatan Nasional ini, adalah komunikasi dan keterbukaan. Maka segala hambatan dan masalah akan terselesaikan. kami juga terapkan dalam Rumah Sakit kami, maupun dalam berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan Cabang Utama Bekasi,” papar pria asal Sumenep ini.

Harapannya adalah semoga semua stakeholder dapat menjalani program Jaminan Kesehatan secara maksimal, dengan meningkatkan komunikasi dan efisiensi demi terlaksananya Universal Coverage yang efektif dan berkelanjutan.

Post a Comment

Post a Comment

 
Copyright © 2016 Tai.web.id
Design by FBTemplates | BTT